Aeschynomene americana (Bahasa Indonesia)


Nama latin

Diskripsi tanaman

Tanaman yang tegak atau merunduk, sangat jarang merambat, semusim atau semak tahunan berumur pendek (2-4 tahun), tinggi 0,5-2 m dan membentang sekitar 1-2,5 m, tergantung pada keadaan ekotipe.

Penggunaan/pemanfaatan

Terutama digunakan sebagai komponen semi permanen atau pengganti padang penggembalaan, atau sebagai tanaman pionir pengikat N di daerah kurang subur. Digembalai dan potong angkut atau dipotong segar.

Ekologi

Persyaratan tanah

Tumbuh pada tanah yang beragam mulai tanah keras dan berpasir sampai tanah liat, tetapi umumnya tumbuh pada tanah yang bertekstur halus. Pada tempat penanaman pH tanah biasanya sekitar 6-7, tetapi dapat bervariasi dari pH 4 sampai tertinggi 8. Umumnya ditanam pada tanah kesuburan sedang dengan pH dari 5,5 - 7.

Air

Curah hujan pada daerah tanam umumnya antara 1000 dan 2500 mm/tahun. Umumnya ditemukan pada kondisi lembab atau basah. Lebih tahan terhadap genangan dan banjir dibanding tanaman legum musim panas, pertumbuhan tampaknya lebih baik dengan adanya genangan sementara. Tidak tahan kekeringan.

Suhu

Tumbuh pada daerah dekat permukaan laut sampai ketinggian >2000 m dpl di daerah tropis, tetapi jarang ditemukan di daerah ketinggian. Ini berarti kisaran suhu tahuan sekitar 20-27oC. Pertumbuhan awal dari biji atau tanaman lama relatif lambat, pertumbuhan yang tinggi terjadi pada bulan basah yang panas.

Cahaya

Meskipun A. americana tumbuh terbaik pada sinar matahari penuh, tanaman ini tetap dapat menghasilkan 50-60% produksi maksimum dengan 50% penyinaran.

Perkembangan reproduksi

Tampaknya adalah spesies dengan panjang hari yang pendek dengan fotoperiode kritis beragam tergantung kondisi lingkungan. Varitas tanaman yang berasal dari, atau ditanam pada daerah dimana musim tumbuh dibatasi oleh suhu atau curah hujan cenderung berbunga lebih awal sementara tanaman yang berasal dari daerah dengan musim tumbuh yang panjang akan berbunga lebih lambat.

Penggembalaan/pemotongan

Top

Tahan  terhadap penggembalaan berat selama musim kering setelah melepaskan biji. Penggembalaan harus dibatasi selama pertumbuhan awal (tinggi 5-10 cm to 30/45 cm). Pengembalaan sebelum tinggi tanaman 5-10 cm menyebabkan percabangan rendah yang padat dan kanopi daun yang lebih baik. Pengaturan penggembalaan diatur agar tanaman dapat melepas biji dari musim ke musim. Hindari penggembalaan berat selama musim hujan untuk menghindari kerusakan akibat penginjakan.

Agronomi

Penanaman

Biji yang keras (dorman) dalam buah polong berkisar dari 55-90%. Pelepasan kulit biji mengurangi jumlah biji keras hingga 20% atau kurang. Pembentukan nodul akar terbaik akan diperoleh bila biji diinokulasi dengan CB2312 Bradyrhyzobium. Paling baik bila disemaikan pada bedengan yang dipersiapkan dengan baik, tetapi dapat ditanam dengan budidaya minimum. Kedalaman tanam <1-2 cm dengan biji yang sudah dilepas kulitnya sekitar 2-3 kg/ha  atau 4-6 kg/ha bila menggunakan biji masih dalam buah polong. Regenerasi terjadi tanpa kerusakan tanah lebih lanjut.

Spesies pasangan

Nilai pakan

Nilai nutrisi

Top

Protein kasar 10-28%, Kecernaan Bahan kering  60-70%.

Palatabilitas/kesukaan

Disukai ternak pada seluruh masa pertumbuhan. Batang teringgal setelah semua daun gugur dimusim kemarau tidak dimakan ternak.

Potensi produksi

Bahan kering

Produksi bahan kering dapat mencapai 10-15 ton/ha pada ekotipe yang produktif dan tumbuh pada kondisi yang baik. Produksi bahan kering umumnya sekitar 5 ton/ha.

Produksi ternak

Kenaikan berat badan harian sekitar 0,5 kg/ekor dapat dicapai bila ternak digembalakan pada campuran A. americana dan rumput. Tingkat penggembalaan masih mungkin pada tingkat 1-2 ekor ternak/ha.

Produksi biji

Top

Produksi komersial dapat mencapai sekitar 750 kg/ sampai 1 ton/ha. Kontrol terhadap serangan hama heliothis seringkali masih diperlukan.

Keunggulan

  • Tumbuh pada daerah rendah yang basah.
  • Daya ikat N tinggi.
  • Nilai nutrisi tinggi.
  • Sangat disukai (palatable).
  • Cocok ditanam dengan rumput.

Keterbatasan

  • Tanaman bertahan pada musim kering berkualitas rendah. 
  • Rentah terhadap botrytis dan mildew bubuk. 
  • Pertumbuhan bibit rendah.

Pustaka pilihan

Bishop, H.G. (1992) Aeschynomene americana L. In: 't Mannetje, L. and Jones, R.M. (eds) Plant Resources of South-East Asia No. 4. Forages. pp. 37-38. (Pudoc Scientific Publishers, Wageningen, the Netherlands).
Bishop, H.G., Ludke, D.H. and Rutherford, M.T. (1985) Glenn jointvetch: A new pasture legume for Queensland coastal areas. Queensland Agricultural Journal, 111, 241-245.
Bishop, H.G., Pengelly, B.C. and Ludke, D.H. (1988) Classification and description of a collection of the legume genus, Aeschynomene. Tropical Grasslands, 22, 160-175.
Hodges, E.M., Kretschmer, A.E., Mislevy , P., Roush, R.D., Ruelke, O.C. and Snyder, G.H. (1982) Production and utilization of the tropical legume Aeschynomene (Aeschynomene americana L.). Circular S-290. Institute of Food and Agricultural Sciences, University of Florida.
Kretschmer, A.E. and Bullock, R.C. (1980) Aeschynomene spp.: Distribution and potential use. Proceedings of the Soil and Crop Science Society of Florida, 39, 145-152.
Rudd, V.E. (1955) The American species of Aeschynomene. Contributions from the United States National Herbarium, 32, 23-30.

Kaitan Internet