Alysicarpus vaginalis (Bahasa Indonesia)


Nama latin

Diskripsi tanaman

Tanaman merambat semusim atau tanaman tahunan berumur pendek, sangat bervariasi dalam tumbuh, ukuran dan warna bunga. Batang banyak, panjang 10-100 cm, dengan daun tunggal sederhana berbentuk oval. Bunga, kuning kemerahan atau ungu muda, berada pada kelompok bunga sepanjang sampai 13 cm dan terdiri dari masing-masing 6-12 bunga.

Penggunaan/pemanfaatan

A. vaginalis adalah komponen yang berguna pada padang penggembala alam, khususnya dibawah kondisi penggembalaan lebih berat. Ditanam sebagai padang gembala dan "hay " di Amerika Serikat dan digunakan untuk perbaikan tanah dan konservasi, dan merupakan penahan erosi yang efektif pada teras yang baru dibuat.

Ekologi

Persyaratan tanah

A. vaginalis tumbuh pada jenis tanah yang beragam mulai dari tanah pasir berbatu sampai tanah liat keasaman sedang. Memerlukan kesuburan sedang dan sangat baik dengan pemupukan P dan K. Daya tahan garam (salinitas) rendah.

Air

Akan tumbuh pada daerah dataran rendah tropis lembab dan semi lembab, dengan curah hujan dari 900-2000 mm. Dalam kondisi basah, tanaman ini menjadi tanaman tahunan tetapi menjadi tanaman semusim pada wilayah dengan musim kering yang lebih panjang. Rentan terhadap genangan tetapi dapat tahan terhadap perendaman jangka pendek.

Suhu

Beradatasi luas terhadap suhu dari permukaan laut sampai 1400 m dpl.pada daerah tropis. Daun akan mati akibat suhu beku ringan sampai sedang dan seluruh tanaman akan mati oleh suhu beku yang lebih berat.

Cahaya

A. vaginalis  tumbuh baik dibawah naungan sedang dan lebih subur dibawah kanopi semak dibanding dengan pada tempat terbuka. Memiliki daya tahan naungan yang sama dengan Desmodium heterocapon subsp.ovalifolium ketika ditanam dalam rumah kaca di Malaysia.

Perkembangan reproduksi

Merupakan tanaman hari pendek menghasilkan panen biji relatif tinggi pada musim awal pertumbuhan. Biji memerlukan suatu periode pasca pemasakan sekitar 16 minggu untuk mengatasi dormansi fisiologis. Dormansi fisikal juga harus diatasi dengan skarifikasi abrasif untuk memecah selubung biji.

Penggembalaan/pemotongan

Top

A. vaginalis sangat tahan terhadap penggembalaan berat yang kontinyu dan pemotongan teratur. Dibawah kondisi penggembalaan, tanaman tunggal akan berubah dari suatu pertumbuhan tegak menjadi suatu roset mendatar yang kecil. Tampaknya pertumbuhan tegak yang dipotong rendah tidak dapat pulih dengan cepat disebabkan oleh hilangnya titik tumbuh.

Agronomi

Penanaman

Biji komersial Alysicarpus vaginalis jarang tersedia. Telah ditanam sebagai tanaman hay di Mississipi dan Florida dengan jumlah biji 10-15 kg/ha, disemaikan dalam garis melingkar. Agar segera berkecambah, biji perlu diskarifikasi tetapi tidak memerlukan inokulan yang spesifik.

Spesies pasangan

Rumput:  Stenotaphrum secundatum , Bothriochloa pertusa , Dichanthium caricosum .

Legumes:  Desmodium heterophyllum , Atylosia scarabaeoides (sebagai komponen berguna pada penanaman padang gembala pada lereng basaltik di Sigatoka, Fiji).

Nilai pakan

Nilai nutrisi

Top

Kandungan PK 16-18%, dan Kecernaan BKIV (IVDMD) 67-73%.

Palatabilitas/kesukaan

Disukai oleh ternak dan kuda. Memiliki palatabilitas yang sama dengan lucerne (Medicago sativa ) dan Aeschynomene americana pada penggembalaan domba dalam suatu percobaan sistem kafetaria.

Potensi produksi

Bahan kering

Produksi hay di selatan Amerika Serikat mencapai 4-6 ton/ha. Sebagai komponen penanaman padangan tahunan, kontribusi pada total BK rendah.

Produksi ternak

Ternak yang digembala pada padangan A. vaginalis pada akhir musim panas mandapat kenaikan berat badan rata-rata 0,6 kg/ekor/hari selama periode 4 tahun.

Produksi biji

Top

Produksi biji Alysicarpus mencapai 300 kg/ha dipanen dengan mesin mesin pemanen kombinasi, atau dipotong kemudian dibersihkan.

Keunggulan

  • Tanaman padang gembala alam di seluruh daerah tropis. 
  • Meningkat dibawah penggembalaan berat. 
  • Kering dengan cepat sebagai hay dan dapat dibuat menjadi gulungan (bale) sehari setelah panen. 
  • Produksi biji baik dan berdaya tahan baik dalam buah polong. 
  • Dimakan langsung oleh ternak dan bahan pembuat hay yang baik.

Keterbatasan

  • Rentan terhadap nematoda.
  • Rentan terhadap genangan. 
  • Produksi BK rendah pada padangan campuran.

Pustaka pilihan

Bagley C.P., Valencia I.M. and Sanders D.E. (1985) Alyceclover – a summer legume for grazing. Louisiana Agriculture, 28, 16–17.
Gramshaw, D., Pengelly, B.C., Muller, F.W., Harding, W.A.T. and Williams, R.J. (1987) Classification of a collection of the legume Alysicarpus using morphological and preliminary agronomic attributes. Australian Journal of Agricultural Research, 38, 355–372.
Halim, R.A. and Pengelly, B.C. (1992) Alysicarpus vaginalis (L.) DC. In: 't Mannetje, L. and Jones, R.M. (eds) Plant Resources of South-East Asia No. 4. Forages. pp. 42-44. (Pudoc Scientific Publishers, Wageningen, the Netherlands).
Kretschmer, A.E. (Jnr) (1970) Production of annual and perennial tropical legumes in mixtures with pangola grass and other grasses in Florida. Proceedings of XI International Grassland Congress, Surfers Paradise, Australia, 1970. pp. 149–153.
Martin, T.J. and Torssell, B.W.R. (1974) Buffalo clover (Alysicarpus vaginalis (L) DC.): a pasture legume in northern Australia. Journal of Australian Institute of Agricultural Science, 40, 232–234.
Muir J.P. and Pitman W.D. (1991) Grazing tolerance of warm-season legumes in peninsular Florida. Agronomy Journal, 83, 297–302.
Partridge I.J. (1979) Improvement of Nadi blue grass (Dichanthium caricosum ) pastures on hill land in Fiji with superphosphate and Siratro: Effects of stocking rate on beef production and botanical composition. Tropical Grasslands, 13, 157–164.

Kaitan Internet