Arachis glabrata (Bahasa Indonesia)


Nama latin

Diskripsi tanaman

Tanaman herba tahunan dengan kumpulan rizoma tebal yang tumbuh dari akar tunggang yang dalam dan berkayu. Daun empat helai (tetrafoliate), licin sampai berbulu jarang, helai daun panjang sampai 4 cm dan lebar 2 cm. Bunga warna kuning, oranye muda sampai oranye terang. Buah didalam tanah, tetapi biasanya jarang, bentuk buah bulat  telur, panjang 10 mm dan diameter 5-6 mm.

Penggunaan/pemanfaatan

Digunakan pada padangan yang digembalai intensif, untuk produksi hay dan silase, dan agroforestry (misal dibawah pohon kelapa). Juga digunakan sebagai konservasi tanah (misal pada lereng jalan) dan sebagai tanaman hias. Berguna juga dalam sistem tanaman tumpangsari, baik dengan tanaman pangan musim dingin maupun panas.

Ekologi

Persyaratan tanah

Tumbuh dengan baik pada tanah berpengairan baik mulai dari tanah pasir sampai tanah liat. Lebih menyukai tanah asam, tumbuh baik sampai pH 4,5, tetapi dapat tumbuh pada tanah netral atau sedikit basa. Tampaknya memerlukan P lebih sedikit dibanding A. pintoi.

Air

Paling cocok pada daerah yang menerima 1000-2000 mm curah hujan per tahun. Sangat tahan kering dan dapat tetap tumbuh pada daerah dengan dengan distribusi hujan baik serendah 600-750 mm. Selama kondisi sangat kering rizoma tetap hidup dan tanaman tumbuh kembali dengan baik ketika iklim menjadi basah dan hangat. Dapat bertahan terhadap banjir dan genangan waktu singkat.

Suhu

Tumbuh dengan baik dari daerah dekat ekuator sampai kira-kira 30o Utara dan Selatan, yang mencerminkan kisaran rata-rata suhu tahunan dari kira-kira 20-26oC. Suhu dingin beku membunuh pertumbuhan pucuk, tetapi tanaman akan tumbuh kembali dari rizoma.

Cahaya

Tahan naungan bervariasi tergantung ekotipe, misalnya CPI12121 dinilai sangat tahan naungan dan CPI29986 daya tahan naungan rendah. Biasanya dapat tumbuh pada naungan sedang, tetapi daya tahan naungan lebih rendah dibanding A. pintoi .

Perkembangan reproduksi

Tampaknya pembungaaan dipengaruhi oleh hari yang pendek, terutama ketika terbebas dari cekaman, misalnya tanah yang basah setelah satu masa kering. Berlawanan dengan bunganya yang banyak, sangat sedikit biji yang terbentuk. Pembentukan biji lebih sering terjadi selama fase pertumbuhan sebelum penutupan rumpun atau pada saat pembentukan rizoma.

Penggembalaan/pemotongan

Top

A. glabrata adalah tanaman yang sangat tahan terhadap penggembalaan berat, memerlukan tekanan pengembalaan sedang sampai berat untuk pertumbuhan terbaik. Untuk produksi hay hasil terbaik diperoleh dengan 3 kali pemotongan/tahun pada siklus 8 mingguan atau 2 kali pemotongan/tahun dengan siklus 12 mingguan. Untuk penggembalaan, pertumbuhan kembali paling baik didapatkan dengan 2300 kg/ha bahan kering residual (tinggi batang 20 cm) dengan siklus 3 mingguan, atau 1500 kg/ha bahan kering tersisa (tinggi stubble 15 cm) dengan siklus 6 mingguan.

Agronomi

Penanaman

Karena pembentukan biji yang rendah, A.glabrata biasanya diperbanyak dengan rizoma. Suatu bedengan bersih akan lebih disukai karena pertumbuhan awal akan dihambat oleh kompetisi dengan tanaman yang tumbuh bersamanya. Sangat penting untuk menggunakan rizoma yang dorman untuk memastikan pertumbuhan yang baik. Potongan rizoma sepanjang 15-25 cm (sprigs), dan dapat disebar diatas permukaan dan dimasukkan kedalam tanah, atau ditanam dalam baris, dengan jarak tanam 50 cm -1 m, secara manual atau dengan bantuan mesin. Lahan harus segera digiling setelah tanam untuk memadatkan tanah disekitar rizoma. Gulma harus dibersihkan selama masa pertumbuhan awal.

Spesies pasangan

Nilai pakan

Nilai nutrisi

Top

Nilai nutrisi bervariasi tergantung ekotipe atau kultivar, dan menurun seiring umur tanaman. Nilai berkisar dari PK 10-18% dan kecernaan bahan organik in vitro 45-68% untuk tanaman yang dipotong dua kali setahun, PK 22% dan kecernaan bahan organik in vitro 77% untuk tanaman yang dipotong lebih sering. Kadar P 0,15% diperoleh dari tanaman A. glabrata yang tumbuh pada tanah yang sangat tidak subur, dan sampai 0,52% pada tanah yang dipupuk dengan baik. Secara umum, nilai nutrisi tanaman ini sama dengan Medicago sativa .

Palatabilitas/kesukaan

Disukai oleh ternak perah dan potong, kambing, domba, babi dan unggas dalam bentuk hay, silase dan padang gembala.

Potensi produksi

Bahan kering

Produksi bahan kering sekitar 10 ton/ha, dan mencapai 16 ton/ha pada kondisi ideal. Produksi 5 ton/ha diperoleh pada perkebunan karet dan kelapa. Pemotongan untuk hay dapat dilakukan pada musim yang baik dengan interval 7 atau 8 minggu, walaupun terbatasnya hujan mungkin mengurangi hal ini menjadi 2 tahun.

Produksi ternak

Ternak potong yang digembalakan pada A. glabrata dapat memperoleh kenaikan berat badan sampai 0,9 kg/hari, dan kambing >60 gram/hari. Peningkatan keuntungan juga diperlihatkan oleh produksi susu, dan pada babi, unggas dan kuda.

Produksi biji

Top

Produksi biji sangat rendah, mungkin dengan kisaran 50-100 kh/ha pada kultivar produksi tinggi. 

Produksi rizoma yang tinggi dengan tingkat kandungan total karbohidrat non-struktural (TNC) yang tinggi  diperlukan untuk perbanyakan tanaman. Satu hektar pembibitan A. glabrata mestinya menghasilkan rizoma yang cukup untuk menanami lahan 20-30 ha. Rizoma untuk penanaman harus memiliki diameter minimal sekitar 3 mm. Rizoma tidak boleh disimpan dalam ikatan, yang dapat menimbulkan panas, dan harus ditanam dalam waktu 5 hari setelah digali.

Keunggulan

  • Produksi dan kualitas hijuan tinggi. 
  • Dapat tumbuh baik pada tanah asam tidak subur. 
  • Sangat tahan bahkan dibawah tekanan penggembalaan berat. 
  • Berkombinasi baik dengan rumput yang kompetitif. 
  • Tumbuh pada kisaran garis lintang yang lebar. 
  • Tahan kekeringan.

Keterbatasan

  • Harus diperbanyak secara vegetatif. 
  • Pertumbuhan awal lambat. 
  • Tidak tahan genangan air.

Pustaka pilihan

Cook, B.G. (1992) Arachis glabrata Benth. In: 't Mannetje, L. and Jones, R.M. (eds) Plant Resources of South-East Asia No. 4. Forages. pp. 46-48. (Pudoc Scientific Publishers, Wageningen, the Netherlands).
Freire, M.J., Kelly-Begazo, C.A. and Quesenberry, K.H. (2000) Establishment, yield, and competitiveness of rhizoma perennial peanut germplasm on a flatwoods soil. Soil and Crop Science Society of Florida Proceedings, 59, 68-72.
Kerridge, P.C. and Hardy, B. (eds) (1994) Biology and Agronomy of Forage Arachis. Centro Internacional de Agricultura Tropical, Colombia. CIAT Publication No. 240. ISBN 958 9183 96 4.
Krapovickas, A. and Gregory, W.C. (1994) Taxonomía del género Arachis (Leguminosae). (1994) Bonplandia, VIII, 81-83.
Mislevy, P., Quesenberry, K.H., Williams, M.J., and Blount, A.R. (2003) Influence of harvest management on yield and persistence of rhizoma peanut on wet tropical soils. Agronomy Abstracts. CD-ROM, C03-mislevy243766-P).

Kaitan Internet