Arachis pintoi (Bahasa Indonesia)


Nama latin

Arachis pintoi Krapov. & W.C. Greg.

Diskripsi tanaman

Tanaman tumbuh rendah, legum tahuan yang membentuk karpet tebal sampai 20-30 cm. Bunga berwarna kuning dan mengasilkan biji didalam tanah.

Penggunaan/pemanfaatan

Padang gembala permanen untuk sistem penggembalaan intensif, penutup tanah pada situasi tanah terbuka dan dibawah pohon, tanaman hias. Jenis yang tumbuh lebih tinggi dapat digunakan dalam system potong angkut.

Ekologi

Persyaratan tanah

Beradaptasi dengan baik pada tanah bertekstur mulai dari berpasir sampai tanah liat, dan pH berkisar dari 4,5 sampai 7,2., meskipun pertumbuhan akan berkurang pada pH 5,4. Lebih menyukai tanah dengan kesuburan sedang sampai tinggi tetapi dapat bertahan hidup pada tanah kurang subur. Memerlukan sedikit Cu, Mo dan kapur, dan memerlukan P dan Zn dalam jumlah sedang. Tahan terhadap kadar Mn dan Al yang tinggi. Tahan terhadap genangan berkala. Daya tahan rendah sampai sedang pada tanah bergaram (salin).

Air

Bertahan hidup pada daerah dengan curah hujan tahunan 1000 mm dan 4 bulan atau kurang musim kering, tetapi tumbuh terbaik dengan curah hujan tahunan  lebih dari 1500 mm dan cekaman air singkat. Tahan terhadap beberapa kali genangan, tetapi tidak dapat tumbuh pada situasi tergenang atau kelebihan air. Pengairan mempertahankan tumbuh selama musim kering tetapi  tetapi tidak menghasilkan banyak pertumbuhan.

Suhu

A. pintoi tumbuh terbaik pada suhu sekitar 22°C (72°F) dan 28°C (82°F) atau kira-kira dari sekitar 27° lintang sampai ekuator (garis khatulistiwa). Pucuk akan mati akibat suhu beku, tetapi dapat tumbuh kembali dari mahkota dan pertumbuhan kembali biji.

Cahaya

Lebih tahan terhadap naungan dibanding hampir semua legum tropis.

Perkembangan reproduksi

Pembungaan dibatasi oleh rendahnya ketersediaan kadar air tanah, dan di daerah subtropis, oleh suhu rendah dan berkurangnya panjang hari.

Penggembalaan/pemotongan

Top

Sangat tahan terhadap penggembalaan rendah dan teratur atau pemotongan.

Agronomi

Penanaman

Dapat ditanam menggunakan potongan tanaman atau dari biji, meskipun tanaman yang ditanam dengan biji mengembangkan sistem perakaran yang lebih cepat dan efektif. Tingkat dormansi sedang pada biji dapat dikurangi dengan pengeringan awal pada 40oC selama 10-14 hari menjelang tanam. Sekali dikeringkan, biji harus disimpan pada lingkungan dingin yang kering. Biji semestinya diinokulasi dengan CIAT3101 (QA1091) strain Bradyrhyzobium segera menjelang tanam, dan disemaikan sebanyak 10-30 kg/ha biji dalam polong pada kedalaman 2-5 m. Semai permukaan menghasilkan germinasi rendah dan kehilangan biji tinggi karena dimakan burung dan tikus.

Spesies pasangan

Rumput: spesies merambat seperti Brachiaria decumbens dan B. humidicola , dan rumput berumpun seperti Panicum maximum dan Paspalum atratum.

Legume: Biasanya tidak ditanam bersama legum yang lain, kecuali legum pohon seperti Leucaena leucocephala dan Calliandra calothyrsus.

Nilai pakan

Nilai nutrisi

Top

Proten kasar 13-25%, kecernaan bahan kering 60-70% dry Kandungan tannin relatif rendah.

Palatabilitas/kesukaan

Dimakan oleh berbagai ternak termasuk ayam, itik dan babi.

Potensi produksi

Bahan kering

Produksi Bahan kering 5 ton/ha/tahun ditanam bersama Brachiaria humidicola menghasilkan BK 20 ton/ha, dan 10 ton/ha ketikan ditanam bersama B. ruziziensis menghasilkan 11 ton/ha telah dilaporkan di daerah tropis, tetapi produksi BK hanya 6,5 ton/ha ketika ditanam didaerah subtropics.

Produksi ternak

Kenaikan berat badan tahunan sampai 200 kg/ekor dan 1000 kg/ha tergantung pada tingkat penggembalaan, rumput tanam bersama dan cekaman musim kering. Juga dapat meningkatkan secara signifikan produksi susu dibanding hanya diberi makan rumput.

Produksi biji

Top

Biji diproduksi hampir selama musim tumbuh selama kadar air tanah cukup, sehingga panen biasanya dilakukan pada akhir musim tanam. Hampir seluruh sistem panen ditentukan oleh penyisiran tanah untuk mendapatkan biji. Produksi biji dalam buah polong lebih dari 1 ton/ha dihasilkan oleh varitas "Amarillo", dan lebih banyak lagi pada varitas yang lain. Biji semestinya dikeringkan dan disimpan dalam kondisi kelembaban rendah untuk menghindari matinya biji dengan cepat.

Keunggulan

  • Tahan penggembalaan berat.
  • Tahan kesuburan rendah.
  • Produktif.
  • Kualitas tinggi.
  • Penutup tanah yang bagus.
  • Berkombinasi dengan baik bersama rumput berumpun yang kompetitif.

Keterbatasan

  • Tidak begitu cocok untuk sistem potong angkut.
  • Perlu kadar air cukup untuk produksi.
  • Biji dalam tanah menarik tikus.
  • Sulit dihilangkan.
  • Tumbuh lambat dan mahal saat ditanam awal. 

Pustaka pilihan

Cook, B.G. (1992) Arachis pintoi Krap. & Greg., nom. nud. In: 't Mannetje, L. and Jones, R.M. (eds)  Plant Resources of South-East Asia No. 4. Forages. pp. 48-50. (Pudoc Scientific Publishers, Wageningen, the Netherlands).

Ferguson, J.E. and Loch, D.S. (1999) Arachis pintoi in Australia and Latin America. In: Loch, D.S. and Ferguson, J.E. (eds) Forage seed production. Volume 2: Tropical and subtropical species. pp. 427-434. (CABI Publishing, Wallingford, Oxon, UK).

Kerridge, P.C. and Hardy, B. (eds) (1994) Biology and Agronomy of Forage Arachis. Centro Internacional de Agricultura Tropical, Colombia. CIAT Publication No. 240.  ISBN 958 9183 96 4.

Kaitan Internet