Brachiaria brizantha (Bahasa Indonesia)


Nama latin

Brachiaria brizantha (Hochst. ex A. Rich.) Stapf.

Diskripsi tanaman

Tanaman tahunan dengan sejumlah kecil rizoma pendek dan batang tegak atau sedikit menjalar dengan tinggi 60-150 cm. B.brizantha sangat mirip dengan B.decumbens dan spesies ini mungkin sulit dibedakan.

Penggunaan/pemanfaatan

Padang gembala permanen untuk penggembalaan dan potong. Cocok ditanam dengan padi dataran tinggi (Oriza sativa) di sabana Colombia. Juga digunakan sebagai padang gembala dibawah perkebunan dan sebagai penutup tanah untuk menahan erosi.

Ekologi

Persyaratan tanah

Tumbuh pada berbagai jenis tanah dengan pH 4-8, tekstur ringan sampai berat (tetapi bebas genangan) dan kesuburan dari tinggi sampai rendah, termasuk tanah asam dengan konsentrasi Al terlarut tinggi.

Air

Beradaptasi terbaik pada daerah tropis dan sub tropis lembab dengan rata-rata curah hujan tahunan1500-3500 mm, tetapi juga tumbuh di daerah tropis lebih kering (<1000mm). Dapat bertahan musim kering 3-6 bulan dimana selama waktu itu daun tetap hijau sementara spesies tropis yang lain telah berubah coklat. Kemampuan adaptasi lebih rendah dibanding B. humidicola atau B. dictyoneura terhadap musim kering singkat (<3 bulan) atau terhadap tanah basah. Laporan tentang daya tahan terhadap genangan bervariasi. "Toledo" dapat bertahan pada genangan jangka pendek (<1 bulan), "Marandu" mempunyai daya tahan yang rendah.

Suhu

B. brizantha adalah rumput iklim hangat untuk dataran rendah, ketinggian sampai 2000 m di daerah tropis tetapi hanya sampai ketinggian 1000 m di daerah lintang yang lebih besar. Daun sensitif terhadap suhu beku, tetapi tanaman dapat bertahan terhadap suhu beku ringan.

Cahaya

Daya tahan naungan sedang dan produktif pada intensitas cahaya sedang pada perkebunan kelapa terbuka (>60% transmisi cahaya). Kultivar Marandu telah terbukti produktif dibawah perkebunan karet yang cukup tua (12 tahun).

Perkembangan reproduksi

Hampir seluruhnya polyploid dan apomiktis. Ditemukan juga jenis diploid, tetapi tidak memiliki nilai komersial.

Penggembalaan/pemotongan

Top

Tahan terhadap frekuensi pemotongan tinggi baik sebagai padang gembala maupun untuk hijauan segar. Kultivar Marandu dan Karanga adalah tanaman yang tinggi sehingaga sangat mudah dipotong dengan tangan.

Agronomi

Penanaman

Penanaman pada lahan yang luas menggunakan biji. Biji segar tidak akan tumbuh karena dormansi fisiologis dan harus disimpan selama 6-9 bulan atau diskarifikasi asam sebelum tanam. Biji sebaiknya disebarkan sejumlah 2-4 kg/ha diatas bedengan yang sudah disiapkan dan kemudian ditutupi tanah sedikit.

Petani kecil menanam B. brizantha secara vegetatif melalui anakan.

Spesies pasangan

Rumput : di Timur Venezuela, ditanam campuran dengan B. humidicola atau B. dictyoneura.

LegumeArachis spp., D. heterocarpon subsp. ovalifolium, Centrosema molle , Stylosanthes spp., Alysicarpus vaginalis , Leucaena leucocephala , Pueraria phaseoloides , Desmodium intortum.

Nilai pakan

Nilai nutrisi

Top

Nilai nutirisi tergantung pada kesuburan tanah dan umur tanaman. Protein kasar 7-16% dan kecernaan 51-75%. Kecernaan bahan kering in vitro dari pertumbuhan ulang tanaman menurun dari 75% pada umur 2 minggu menjadi 55% pada umur 12 minggu.

Palatabilitas/kesukaan

Sangat disukai oleh ternak. Diketahui lebih disukai dibanding B. decumbens.

Potensi produksi

Bahan kering

Sangat produktif dan mampu mendukung tingkat penggembalaan tinggi dan dapat tumbuh baik dibawah penggembalaan terus menerus (kontinyu) atau penggembalaan bergilir. Tumbuh baik di musim kering. Produksi BK berkisar dari 8-20 ton/ha/tahun.

Produksi ternak

Pada tanah dengan kesuburan sedang, dapat memberi kenaikan berat badan ternak 400-500 kg/ha/tahun pada tingkat penggembalaan 2,5 ternak/ha di musim hujan dan 1,5 ternak/ha di musim kering. Kultivar Marandu dilaporkan menghasilkan kenaikan berat badan 154 kg/ekor dan 924 kg/ha bersama Arachis pintoi , dan 110 kg/ha ketika ditanam murni tanpa campuran.

Kultivar "Toledo" menghasilkan 8-9 kg susu/ekor/hari.

Produksi biji

Top

Panen langsung dengan tangan menghasilkan biji murni sekitar 100-500 kg/ha. Biji mungkin dorman sampai 6 bulan sesudah panen.

Keunggulan

  • Tahan terhadap serangan spittlebug.
  • Dapat bertahan tumbuh dibawah penggembalaan.
  • Lebih cocok dengan legum disbanding beberapa jenis Brachiaria spp lain.
  • Jenis tinggi  sehingga mudah dipotong.
  • Potensi produksi biji tinggi.

Keterbatasan

  • Cenderung membentuk rumpun spesifik tunggal.
  • Memerlukan tanah dengan kesuburan sedang hingga tinggi.
  • Tidak tahan terhadap tanah berpengairan buruk.
  • Dapat menyebabkan fotosensitisasi, terutama pada kambing dan dimba.

Pustaka pilihan

CIAT (1992) Pastures for the Tropical Lowlands. CIAT, Cali, Colombia.

Lenne, J.M. and Trutmann, P. (eds) (1994). Diseases of Tropical Pasture Plants. CABI, Wallingford, UK.

Miles, J.W., Maass, B.L. and do Valle, C.B. (eds) (1996) Brachiaria: Biology, Agronomy and Improvement. Joint publication by CIAT, Cali, Colombia and Embrapa/CNPGC, Campo Grande, MS, Brazil.

Peters, M., Franco, L.H., Schmidt, A. and Hincapié, B. (2003) Especies forrajeras multipropÓsito: Opciones para productores de Centroamérica. CIAT Publication No. 333. CIAT, Cali, Colombia.

Schultze-Kraft, R. (1992) Brachiaria brizantha (A. Rich.) Stapf. In: 't Mannetje, L. and Jones, R.M. (eds) Plant Resources of South-East Asia No. 4. Forages. pp. 56-58. (Pudoc Scientific Publishers, Wageningen, the Netherlands).

Thomas, D. and Grof, B. (1986) Some pasture species for the tropical savannas of South America. III. Andropogon gayanus , Brachiaria species and Panicum maximum . Herbage Abstracts, 56, 557-565.

Kaitan Internet