Brachiaria decumbens (Bahasa Indonesia)


Nama latin

Diskripsi tanaman

Tumbuh rendah, tegak atau menjalar, membentuk rizoma dan tanaman tahunan berstolon dengan daun berbulu sedang dan berwarna hijau terang, lebar 7-20 m, dan panjang 5-25 cm. Daun tumbuh dari stolon yang merambat yang berakar pada buku-bukunya. Daun pedang lanceolate. Tanda khusus kepala biji dengan 2-7 tandan, panjang 1-5 cm, ditunjang suatu axis dengan panjang sekitar 10 cm.

Penggunaan/pemanfaatan

Biasanya ditanam untuk padang penggembalaan permanen, tetapi juga ditanam atau dikonservasi pada sistem potong angkut oleh peternak kecil. Ditanam sebagai penutup tanah yang digembalai pada perkebunan dan memberi penutup yang baik untuk menahan erosi pada daerah yang miring. Digunakan pada sistem padi dataran tinggi di sabana Colombia. Dapat memberikan padang penggembalaan penutup untuk mengontrol Chromolaena odorata di Cina.

Ekologi

Persyaratan tanah

Tumbuh pada berbagai tipe tanah - kesuburan rendah, pH rendah (sampai pH 3,5) dan Al tinggi jenuh. Juga toleran sedang terhadap Mn. B. decumbens lebih tahan kadar aluminium yang tinggi disbanding B. ruziziensis. Tidak dapat bertahan pada tanah liat berat yang seringkali tergenang.

Air

Beradaptasi pada daerah tropis yang lembab dan daerah subtropis yang lebih hangat dengan curah hujan 1000-3000 mm. Curah hujan rata-rata tahunan >1500 mm lebih disukai tetapi dengan musim kering kurang dari 5 bulan. Tetap hijau sampai musim kering (lebih baik dari B. brizantha ). Dapat bertahan pada penggenangan jangka pendek tetapi tidak tergenang lama (dimana B. humidicola lebih superior).

Suhu

B. decumbens paling produktif pada daerah dataran rendah tropis yang lembab, atau ketika musim panan di daerah subtropis atau di daerah lebih tinggi. Suhu yang disukai diatas 19oC. Daun akan rusak karena beku ringan tetapi tanaman akan dapat tumbuh kembali.

Cahaya

Beberapa tahan terhadap naungan dan cocok sebagai penutup tanah pada perkebunan. Jenis tanaman yang biasa ditemukan dibawah pohon kelapa (>60% transmisi cahaya), tetapi tidak tahan penggembalaan berat pada pencahayaan yang kurang dibanding dengan sinar matahari penuh.

Perkembangan reproduksi

Tetraploid apomik. Mungkin netral terhadap pengaruh fotoperiod.

Penggembalaan/pemotongan

Top

Sangat tahan penggembalaan berat dengan stolon tetap bertahan dibawah penggembalaan dan curah hujan rendah. Naungan akan mengurangi daya tahan terhadap penggembalaan berat. Bertahan dengan baik pada pemotongan yang teratur, tetapi pemotongan yang terlalu sering akan menyebabkan daun yang prostrate yang akan sulit dipanen.

Agronomi

Penanaman

Mudah disemaikan dengan biji yang berat. Biji seringkali dorman selama 6 bulan setelah panen dan seharusnya disimpan dan diskarifikasi sebelum tanam. Jumlah semai sekitar 2-4 kg/ha. Dapat juga ditanam dengan bagian vegetatif (daun dengan rizoma) meskipun tidak dapat menyebar dan menutup tanah secepat B. humidicola.

Spesies pasangan

Legume: Desmodium heterophyllum , D. heterocarpon subsp. ovalifolium, Arachis spp., Stylosanthes guianensis var. guianensis, Centrosema molle , C. macrocarpum , Desmodium intortum.
Dibawah curah hujan tinggi dan penggembalaan berat, Pueraria phaseoloides.

Nilai pakan

Nilai nutrisi

Top

Cukup tinggi (seperti rumput tropis yang lain) tetapi bergantung pada status kesuburan tanah. Sedang sampai tinggi kecernaan (50-80%), PK berkisar dari 9-20% tergantung pada kesuburan tanah dan manajemen, tetapi dapat menurun dengan cepat seiring umur daun, dari 10% pada umur 30 hari menjadi 5% pada umur 90 hari.

Palatabilitas/kesukaan

Cukup baik tetapi tergantung kesuburan tanah. Tidak disukai kuda. Ternak tidak memakan rumput yang membeku.

Potensi produksi

Bahan kering

Produksi Bahan Kering tinggi dengan pemupukan berat, dengan produksi sekitar 10 ton/ha/tahun dan sapai 30 ton/ha dibawah kondisi ideal. Produksi akan lebih sedikit pada musim kering dan di musim dingin di daerah subtropis.

Pada tanah subur di daerah lembab tropis di Vanuatu, dapat menghasilkan 29 ton/ha/tahun BK pada tahun pertama, tetapi hanya 16 ton/ha/tahun ketika kesuburan turun pada tahun kedua pertumbuhan.  

Produksi ternak

Padang penggembalaan yang dipupuk banyak dapat menghasilkan produksi yang tinggi (sampai 1300 kg/ha/tahun kenaikan berat badan hidup) diakibatkan oleh hasil hijauan yang tinggi dan kemampuan untuk menampung penggembalaan yang tinggi. Pada tanah yang subur dengan komponen legum yang baik, biasanya dapat dicapai kenaikan berat badan ternak sekkitar 450-600 kg/ha/tahun

Produksi biji

Top

B. decumbens dapat dipanen secara mekanis tetapi diperlukan kemampuan untuk menangani daun dalam jumlah besar yang dapat menahan biji yang jatuh. Panen biji di Brazil dan Australia biasanya sekitar 400-1000 kg/ha, tetapi biasanya lebih rendah di daerah lintang lebih rendah.

Biji biasanya dorman segera setelah dipanen. Dormansi primer adalah fisiologis, sementara dormansi panjang adalah mekanikal, disebabkan oleh pembatasan selubung biji. Dormansi mungkin dihilangkan dengan penyimpanan selama 6-9 bulan atau dengan skarifikasi asam.

Keunggulan

  • Produksi tinggi dengan manajemen yang intensif.
  • Tahan penggembalaan berat.
  • Bertahan hidup pada tanah asam, tidak subur.
  • Hasil biji tinggi sehingga secara relatif  adalah biji yang murah.

Keterbatasan

  • Rentan terhadap serangan spittlebug pada daerah tropis.
  • Kecocokan rendah dengan banyak legum.
  • Toleransi rendah terhadap pengairan yang buruk.
  • Fotosensitisasi pada domba dan kambing.  

Pustaka pilihan

CIAT (1992). Pastures for the Tropical Lowlands. CIAT, Cali, Colombia.

Lenné, J.M. and Trutmann, P. (eds) (1994) Diseases of Tropical Pasture Plan ts. CABI, Wallingford, UK.

Miles, J.W., Maass, B.L. and do Valle, C.B. (eds) (1996) Brachiaria: Biology, Agronomy and Improvement. Joint publication by CIAT, Cali, Colombia and Embrapa/CNPGC, Campo Grande, MS, Brazil.

Schultze-Kraft, R. and Teitzel, J.K. (1992) Brachiaria decumbens Stapf. In: 't Mannetje, L. and Jones, R.M. (eds) Plant Resources of South-East Asia No. 4. Forages. pp. 58-59. (Pudoc Scientific Publishers, Wageningen, the Netherlands).

Thomas, D. and Grof, B. (1986) Some pasture species for the tropical savannas of South America. III. Andropogon gayanus , Brachiaria species and Panicum maximum . Herbage Abstracts, 56, 557-565.

 

Kaitan Internet