Brachiaria ruziziensis (Bahasa Indonesia)


Nama latin

Brachiaria ruziziensis R. Germ. and C.M. Evrard

Diskripsi tanaman

Tanaman berumpun, tahunan merambat dengan rizoma yang pendek. Batang berongga tumbuh dari pucuk buku-buku merambat dan rizoma pendek. Daun panjang sampai 25 cm dan lebar 15 mm. Bunga terdiri dari 3-9 tandan yang relatif panjang (4-10 cm). Berat biji 250.000 biji/kg.

Penggunaan/pemanfaatan

Padang penggembalaan permanen atau semi permanen untuk digembalai atau dipotong sebagai pakan hijauan dan konservasi. Juga ditanam sebagai padangan dibawah kebun kelapa.

Ekologi

Persyaratan tanah

Rumput Ruzi memerlukan tanah ringan atau loam dengan kesuburan tinggi sedang (pH 5,0-6,8) dan tidak tahan kondisi tanah yang sangat asam.

Air

Rumput Ruzi ini adalah rumput untuk dataran rendah sampai ketinggian 2000 m pada daerah tropis yang basah, dengan rata-rata curah hujan minimum 1200 mm. Dapat bertahan musim kering selama 4 bulan tetapi akan mati pada kekeringan yang panjang. Tidak tahan terhadap genangan dan tumbuh subur pada tanah berpengairan baik.

Suhu

Tumbuh pada musim panan (pertumbuhan optimum pada 33/28oC hari/malam), dan tidak tahan suhu dingin beku.

Cahaya

Rumput Ruzi tahan naungan sedang dan dapat ditanam dibawah perkebunan kelapa.

Perkembangan reproduksi

Berbungan pada hari pendek, pada pertengahan musim gugur di Queensland utara Australia (18oS).

Penggembalaan/pemotongan

Top

Dapat bertahan penggembalaan berat sedang dan memerlukan tingkat pemupukan tinggi untuk bertahan pada frekuensi pemotongan tinggi.

Agronomi

Penanaman

Dapat ditanam dari biji yang perlu disimpan selama 6 bulan setelah panen untuk menghilangkan dormansi. Biji dapat disebar dengan jumlah 2,5-10 kg/ha diatas bedengan yang telah disiapkan dan kemudian ditutupi tanah sedikit. Biji hendaknya tidak ditanam lebih dalam dari 2 cm. Pertumbuhan bibit sangat cepat.

Cara lainnya, ruzi dapat ditanam secara vegetatif dengan menggunakan potongan batang.

Spesies pasangan

Nilai pakan

Nilai nutrisi

Top

Nilai nutrisi baik - lebih baik disbanding hampir semua Brachiariaspp. Dengan kadar PK sekitar 7-13%, bahkan sampai 20%, dengan kecernaan 55-75%. Pada "hay" rumput Ruzi dipotong pada umur 45 hari setelah tanam di timur laut Thailand, kandungan kecernaan bahan kering in vitro, serat kasar, NDF dan ME  adalah masing-masing 61%, 80,5%, 72,8% dan 7,9 MJ/kg.

Palatabilitas/kesukaan

Sangat disukai ternak. Tekanan penggembalaan berat dan selektif dan kebutuhan akan kesuburan tanah yang tinggi dapat membuat rum put ruzi musnah.

Potensi produksi

Bahan kering

Produiksi lebih sedikit disbanding B. decumbens di Australia dan Amerika Selatan meskipun panen dapat menghasilkan lebih dari 20 ton/ha/tahun dengan pemberian nitrogen yang tinggi. Di Sri Lanka, diperoleh produksi bahan kering sebesar 16,8, 22,0 dan 25,6 ton/ha/tahun dengan pemupukan Nitrogen masing-masing 112, 224, dan 366 kg/ha.

Produksi ternak

Kenaikan berat badan melebihi 1000 kg/ha/tahun diperoleh dari padang penggembalaan rumput Ruzi dan legum, dan lebih dari 1500 kg/ha/tahun dengan 200 kg/ha pupuk N. Ternak muda yang digembalakan pada rumpur ruzi di padang sabana Brazilia dengan jumlah ternak 2 ekor/ha, mendapat kenaikan berat badan 285 kg/ha/tahun.

Produksi biji

Top

Produksi biji 25-200 kg/ha  diperoleh dengan sistem panen kombinasi, dan produksi sampai 700 kg/ha diperoleh dengasn panen menyapu tanah. Di Thailand, panen dengan tangan  kepala biji ditumpuk setinggi 1 m dan dibiarkan layu selama 3 hari. Kepala biji diputar setiap hari untuk memfasilitasi pemisahan biji dari kepala biji dan mencegah pemanasan berlebihan. Cara lain adalah, dengan menggunakan metode "selubung hidup", dimana kepala biji diikat bersama dalam kelompok dan dilayukan di lapangan selama 1-2 minggu sebelum panen. Biji yang dikelompokkan diayak setiap 2-3 hari sampai sluruh biji diperoleh.

Persentasi biji dorman setelah panen sangat tinggi (germinasi <20%). Dormansi primer adalah fisiologis, sementara dormansi panjang adalah mekanikal, disebabkan oleh pembatasan selubung biji. Dormansi mungkin dihilangkan dengan penyimpanan selama 6-9 bulan atau dengan skarifikasi asam.

Keunggulan

  • Disukai dan kualitas baik.
  • Produksi biji tinggi.
  • Tumbuh cepat dari biji atau bagian tanaman.

Keterbatasan

  • Butuh tanah yang subur dan berpengairan baik.
  • Produksi BK lebih rendah dibanding B. decumbens .
  • Daya tahan hidup rendah pada tanah tidak subur atau berpengairan buruk.
  • Pertumbuhan musim kering rendah.
  • Sangat rentan terhadap spittle bug.

Pustaka pilihan

Hare, M.D. and Chaisang Phaikew (1997) Forage Seed production in northeast Thailand. In: Loch, D.S. and Ferguson, J.E. (eds) Forage seed production 2, Tropical and subtropical species. pp. 435-443. (CABI Publishing).

Miles, J.W., Maass, B.L. and do Valle, C.B. (eds) (1996) Brachiaria: Biology, Agronomy and Improvement. CIAT, Cali, Colombia.

Schultze-Kraft, R and Teitzel, J.K. (1992) Brachiaria ruziziensis Germain & Evrard. In: 't Mannetje, L. and Jones, R.M. (eds) Plant Resources of South-East Asia No. 4. Forages. pp. 65-67. (Pudoc Scientific Publishers, Wageningen, the Netherlands).

Kaitan Internet