Nama latin
|
|
|
Diskripsi tanaman
|
Tanaman yang tumbuh sangat baik, membelit atau merambat, tanaman tahunan berumur pendek. Dapat tumbuh mencapai panjang beberapa meter, membentuk suatu gerumbul hijauan setebal 30-50 cm, dengan batang yang padat dan dengan bulu-bulu panjang berwarna karat. Daun berhelai tiga (trifoliate) panjang sampai 16 cm, helai daun 4-10 cm x 2-5 cm Bunga mencapai panjang 20 cm, ditutupi oleh bulu-bulu yang pendek dan padat; berwarna biru atau ungu sejumlah 2-6 bunga. Buah polong linier, 2-4 cm x 3,5-5 cm, lurus atau melengkung. Biji 3-8 per buah polong, berwarna kekuningan atau coklat kemerahan. Terdapat sekitar 65.000-70.000 biji/kg.
|
Penggunaan/pemanfaatan
|
Legum padang gembala, pupuk hijau, legum pionir dan tanaman penutup tanah. Terutama digunakan sebagai penutup tanah di perkebunan tanaman tropis dan spesies pionir yang sangat berguna untuk menahan erosi dan mengatur kesuburan tanah. Palatabilitas rendah tetapi biasanya digembalai ternak pada periode akhir musim kering.
|
Ekologi
|
Persyaratan tanah
|
Tumbuh pada beragam jenis tanah, tetapi lebih menyukai tekstur yang lebih berat dan pH 4,5-5. Di daerah tropis Amerika, tumbuh dengan baik di tanah asam dengan kejenuhan Al tinggi. Daya tahan garam (saline) rendah.
|
Air
|
Tumbuh dengan baik pada daerah tropis basah dan panas dengan curah hujan tahunan >1500 mm. Pada lingkungan yang lebih kering (>1000 mm) tanaman ini berubah menjadi tanaman semusim. Daya tahan terhadap kekeringan rendah tetapi tanaman akan tumbuh kembali dari biji. Daya tahan baik terhadap rendaman.
|
Suhu
|
Tumbuh paling baik pada suhu harian maksimum 32oC dan minimum 24oC. Lebih menyukai daerah tropis lembab, ketinggian rendah tetapi akan tumbuh pada ketinggian sampai 2000 m dpl.
|
Cahaya
|
Produksi tinggi dengan penyinaran cahaya 60-100% dan akan tumbuh dengan produktif dibawah perkebunan kelapa yang telah tua (60-70% cahaya). Tidak tahan terhadap naungan berat dan daya tahan naungan lebih rendah dibanding Calopogonium caeruleum , puero (Pueraria phaseoloides ) dan sentro ( Centrosema molle).
|
Perkembangan reproduksi
|
Waktu berbungan tergantung pada kultivar. Calopo adalah tanaman menyerbuk sendiri dan berbiji bebas. Dapat tumbuh menjadi tanaman semusim pada lingkungan kering.
|
Penggembalaan/pemotongan
|
Top |
Tidak tahan terhadap pemotongan terlalu sering dan berat tetapi dapat dipotong dengan interval 2-3 bulan. Pada sistem penggembalaan, hasil terbaik diperoleh dengan penggembalaan bergilir dengan interval rotasi gembala 8-12 minggu.
|
Agronomi
|
|
|
Penanaman
|
Memiliki proporsi biji keras (dorman) yang tinggi yang memerlukan skarifikasi dengan abrasi mekanis, direndam dalam asam sulfat pekat selama 30 menit, atau perlakuan air panas (3 menit pada 75oC). Biasanya ditanam dengan biji 1-3 kg/ha, ditanam dalam baris atau ditebar pada padangan terbuka. Ketika ditebar, biji seharusnya ditebarkan diatas tanah kemudian ditutup. Kebutuhan calopo terhadap rizobia tidak menentu.
|
Spesies pasangan
|
Rumput: Sangat sesuai dengan rumput yang tinggi dan tegak seperti rumput Rhodes (Chloris gayana ), rumput pangola (Digitaria eriantha ) dan Setaria (Setaria sphacelata). Palatabilitas rendah dapat menyebabkan dominasi calopo. Legume: Sebagai tanaman penutup di perkebunan di Asia Tenggara, seringkali ditanam sebagai spesies campuran dengan satu atau lebih spesies C. caeruleum , Pueraria phaseoloides , Centrosema molle , dan Desmodium ovalifolium.
|
Nilai pakan
|
Nilai nutrisi
|
Top |
Kecernaan in vitro BK daun berkisar dari 58-66% tergantung pada umur tanaman dan tingkat ketebalan bulunya. Kandungan PK pada pertumbuhan puncak berkisar dari 16-24%.
|
Palatabilitas/kesukaan
|
Umumnya dikenal sebagai tanaman palatabilitas sedang, tetapi lebih palatable dibanding C. caeruleum . Ternak sapi mungkin menolak tanaman baru dipotong dan memakannya hanya ketika sudah layu. Seringkali dimakan ketika ternak sudah terbiasa dengan tanaman ini. Peningkatan konsumsi sebesar 40% telah dicapai dengan memodifikasi rasa calopo dengan monosodium glutamate (2% BK pakan) dan molasses (5%), atau dengan sodium hidroksida (4%).
|
Potensi produksi
|
Bahan kering
|
Dibawah kondisi pemotongan teratur, produksi tahunan mencapai 4-6 ton/ha diperoleh ketika dipotong setiap 9-12 minggu. Produksi BK biasanya menurun seiring waktu dengan pemotongan berulang atau penggembalaan. Produksi musim hujan mencapai 3300 kh/ha telah dilaporkan pada padang gembala Brachiria decumbens- C. mucunoides di Brazil, dibandingkan dengan 3000 kg/ha untuk padangan B. decumbens murni. Ketika digunakan sebagai tanaman musim bero, C. mucunoides meningkatkan produksi jagung kira-kira 20%, dibandingkan dengan gulma bero. Bersama dengan Brachiaria decumbens , di Brazil calopo berkontribusi 416 kg/ha N selama 2 tahun.
|
Produksi ternak
|
Di Brazil, ternak merumput pada padang gembala rumput signal (Brachiaria decumbens ) dan B. brizantha pada jumlah 3,1 ekor/ha memperoleh kenaikan 0,35 kg/ekor/hari selama periode 3 tahun, sementara padang gembala ditanami dengan C. mucunoides memperoleh kenaikan 0,40 kg/ekor/hari pada periode yang sama.
|
Produksi biji
|
Top |
Menghasilkan produksi biji yang tinggi mencapai 200-300 kg/ha. Biji mungkin berkecambah (germinasi) didalam buah polong pada kondisi basah.
|
Keunggulan
|
- Dapat tumbuh dengan cepat dari biji untuk mendapatkan penutupan tanah yang cepat.
- Tanaman penutup tanah yang berguna atau menjadi legum pionir.
- Adaptasi edapik yang lebar.
|
Keterbatasan
|
- Palatabilitas relative rendah pada ternak ruminansia.
- Tidak tahan penggembalaan berat atau pemotongan teratur.
- Tidak tahan naungan berat.
- Berpotensi menjadi gulma.
|
Pustaka pilihan
|
- Chen, C.P. and Aminah, A. (1992) Calopogonium mucunoides . In: 't Mannetje, L. and Jones, R.M. (eds) Plant Resources of South-East Asia No. 4. Forages. pp. 72-74. (Pudoc Scientific Publishers, Wageningen, the Netherlands).
- McSweeney, C.S. and Wesley-Smith, R.N. (1986) Factors affecting the intake by sheep of the tropical legume, Calopogonium mucunoides . Australian Journal of Experimental Agriculture, 26, 659-664.
| -
|
|
Kaitan Internet
|
|
|