Centrosema molle (Bahasa Indonesia)


Nama latin

Centrosema molle Mart. ex Benth.

Spesies ini selama ini secara eksklusif disebut sebagai Centrosema pubescens . Nama yang benar adalah C. molle . Yang sebelumnya disebut C. schiedeanum (termasuk Belalto centro) yang sekarang disebut C. pubescens .

Diskripsi tanaman

Tanaman tahunan, merambat,-memanjat-membelit. Batang sedikit berbulu, berkayu ketika tua. Berdaun tiga helai (trifoliate), helai daun bulat memanjang atau bulat telur. Kelompok bunga oblong dengan kelompok bunga dari ketiak dengan 3-5 bunga, berwarna ungu muda atau tua, kadang-kadang putih. Buah polong linier panjang 4-17 cm dan lebar 8-7 mm, lurus atau sedikit melengkung dan seperti paruh, coklat tua saat masak dan mengandung sampai 20 biji. Biji berukuran 4-5mm x 3-4 mm, hitam kecoklatan, dengan totol-totol gelap, dimana berat 100 biji kira-kira 2,5 gram (sekitar 40.000 biji/kg).

Penggunaan/pemanfaatan

Sebagai penutup tanah di perkebunan, padang penggembalaan dengan campuran rumput, hijauan potong angkut dan sebagai pupuk hijau.

Ekologi

Persyaratan tanah

Secara umum, tanah berpengairan baik dengan kesuburan sedang sampai tinggi tetapi beberapa jenis juga beradaptasi dengan tanah asam dengan kesuburan rendah, daya tahan sedang terhadap genangan.

Air

Paling produktif dibawah kondisi curah hujan tinggi (>1500 mm/tahun), tetapi karena sistem perakaran tunggang, mampu untuk bertahan hidup dibawah kondisi kering semi basah dengan 3-5 bulan kering.

Suhu

Tumbuh musim hangat saja.

Cahaya

Tahan naungan dan dapat bertahan hidup dibawah 80% naungan.

Perkembangan reproduksi

Tanaman legum yang tumbuh bebas, keluarnya bunga dirangsang terutama oleh fotoperiod (panjang penyinaran hari), tetapi juga dipengaruhi oleh cekaman air.

Penggembalaan/pemotongan

Top

Bertahan hidup dibawah manajemen penggembalaan dan pemupukan yang tepat, tetapi sensitif terhadap penggembalaan berlebihan.

Agronomi

Penanaman

Agar pertumbuhan biji menjadi serempak, inokulasi biji dengan strain Bradyrhyzobium yang efektif dianjurkan di Australia untuk penanaman yang optimal. Jumlah biji tanam: 3-5 kg biji yang telah diskarifikasi/ha atau lebih (misalnya kalau ditebar); dianjurkan bedengan dipersiapkan dengan baik, penanaman dengan rumpun juga mungkin dilakukan. Pertumbuhan lambat tetapi pada tanah yang baik, dibawah kondisi kadar air yang tepat dan ditanam sendiri, membentuk satu rumpun tanaman setebal 40-50 cm 4-8 bulan setelah tanam.

Spesies pasangan

Rumput: Pasangan rumput yang paling tepat adalah Panicum maximum ; rumput lain yang cocok adalah Melinis minutiflora , Chloris gayana , Pennisetum purpureum , Paspalum dilatatum , Andropogon gayanus , Hyparrhenia rufa.

Legume: Sebagai tanaman penutup tanah perkebunan di Asia Tenggara, sering dalam campuran spesies dengan Pueraria phaseoloides , Calopogonium mucunoides dan C. caeruleum , juga Desmodium ovalifolium.

Nilai pakan

Nilai nutrisi

Top

Kadar PK tinggi (17-26%), CBKIV (Kecernaan Bahan Kering In Vitro) sedang  (45-65%);  Secara umum, daun sentro umur 3 bulan; rata-rata dari 7 kali pemotongan: PK 26%, CBKIV 52%, P 0,24%, Ca 0,86%.

Palatabilitas/kesukaan

Tinggi sampai sedang.

Potensi produksi

Bahan kering

Ketika ditanam murni, produksi BK sampai 12 ton/ha/tahun; dalam padang campuran 1-3 ton/ha/tahun (tropis basah, Australia).

Produksi ternak

Kenaikan berat badan 260-600 kg/ha/tahun telah dilaporkan pada campuran dengan rumput (misalnya dengan Panicum maximum di daerah tropis lembab di Australia, Asia Tenggara); kenaikan berat badan harian 400-600 g/ternak dibawah manajemen penggembalaan yang tepat, daya dukung di daerah tropis lembab dapat mencapai 900-1000 kg/ha BB.

Produksi biji

Top

Potensi produksi biji tinggi ketika ditanam dengan panjatan (mungkin 200 ->1000 kg/ha, tergantung pada cara panen); dormansi biji (sampai >60%) adalah biasa.

Keunggulan

  • Kualitas tinggi.
  • Potensi produksi biji tinggi.

Keterbatasan

  • Persyaratan tanah yang tinggi.
  • Tumbuh lambat.
  • Bergantung manajemen, daya tahan hidup rendah disebabkan karena palatabilitas yang tinggi.

Pustaka pilihan

Fantz, P.R. (1996) Taxonomic notes on the Centrosema pubescens Bentham complex in Central America (Leguminosae: Phaseoleae: Clitoriinae). SIDA, 17, 321-332.
Keller-Grein, G., Schultze-Kraft, R., Franco, L.H. and Ramírez, G. (2000) Multilocational agronomic evaluation of selected Centrosema pubescens germplasm on acid soils. Tropical Grasslands, 34, 65-77.
Schultze-Kraft, R. and Clements, R.J. (eds) (1990) Centrosema: Biology, Agronomy, and Utilization. Centro Internacional de Agricultura Tropical (CIAT), Cali, Colombia.
Skerman, P.J., Cameron, D.G. and Riveros, F. (1988) Tropical forage legumes. 2nd edn. pp. 243-255. (Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), Rome, Italy).
Teitzel, J.K. and Chen, C.P. (1992) Centrosema pubescens Benth. In: 't Mannetje, L. and Jones, R.M. (eds) Plant Resources of South-East Asia No. 4. Forages. pp. 86-88. (Pudoc Scientific Publishers, Wageningen, the Netherlands).
Teitzel, J.K., Wilson, R.J. and Mellor, W. (1991) Productive and stable pasture systems of cattle fattening in the humid tropics. I. Field testing on a naturally fertile site. Agricultural Systems, 36, 251-265.
 

Kaitan Internet