Nama latin
|
|
|
Diskripsi tanaman
|
Tanaman tahunan, semak berakar dalam, tinggi mencapai 1,5 sampai 3 m. Berdaun tiga, helai daun lebar bulat telur dengan bulu-bulu keperakan dibawah permukaan. Berbunga diatas tandan dengan panjang 30 cm, dengan 6-9 bunga per tangkai. Bunga biasanya berwarna ungu muda dan berdiameter 1,5-3 cm. Buah polong lurus dan panjang sampai 20 cm dan lebar 1-2 cm, dehiscent, berisi 4-8 biji oval/sirkular dengan diameter 1,5 cm. Warna biji kuning tua sampai coklat dengan kira-kira 4500 biji/kg.
|
Penggunaan/pemanfaatan
|
Dapat digunakan sebagai pakan tambahan pada sistem penggembalaan ternak dimusim kering dan digunakan juga sebagai pakan sistem potong angkut. Dapat juga digunakan sebagai protein tambahan untuk menggantikan pakan konsentrat untuk ternak perah, sebagai hay dan sebagai pagar hidup.
|
Ekologi
|
Persyaratan tanah
|
Biasanya tanah asam berpengairan baik (pH 3,8-6)
|
Air
|
Tumbuh baik pada daerah dengan curah hujan tahunan antara 1000-4000 mm. Tanaman ini memiliki daya tahan kekeringan yang tinggi dan tetap hijau pada musim kering yang panjang (6-7 bulan). Terutama beradaptasi tumbuh baik pada zona semi lembab, dengan bulan kering 5-6 bulan.
|
Suhu
|
Hanya tumbuh pada musim hangat saja, daya tahan suhu beku tidak diketahui.
|
Cahaya
|
|
|
Perkembangan reproduksi
|
Berbiji pada awal musim kering.
|
Penggembalaan/pemotongan
|
Top |
Dapat dipotong untuk pertama kali 4 bulan setelah tanam dan dapat tahan panen berkali-kali setiap 50-90 hari bahkan pada saat musim kering ketika dipanen dengan tinggi 30-90 cm diatas tanah. Tanaman ini mempunyai potensi tumbuh kembali yang tinggi di musim kering.
|
Agronomi
|
|
|
Penanaman
|
Ditanam dengan biji, melalui pembibitan tanaman atau biasanya dengan menanam biji langsung. Tidak memerlukan skarifikasi dan dapat disemai sedalam 2 cm. Nodulasi segera dengan rizobia kacang tunggak, meskipun inokulasi dengan Bradyrhyzobium strain CIAT2561 atau 3564 akan menguntungkan pada tanah asam dengan Al jebuh tinggi. C. argentea ditanam dengan jarak 1-1,5 m antar baris dan 0,5-1 m didalam baris.
|
Spesies pasangan
|
Rumput: Rumput berumpun seperti Panicum maximum dan rumput merambat seperti Brachiaria spp.
|
Nilai pakan
|
Nilai nutrisi
|
Top |
Nilai nutirisi tinggi dengan PK berkisar antara 18% sampai 30% BK, CBKIV (Kecernaan Bahan Kering in vitro ) dapat mencapai 60-65%. Berlawanan dengan banyak legum semak tropis lainnya, C. argentea hanya mengandung tannin.
|
Palatabilitas/kesukaan
|
Disukai ternak, meskipun konsumsi hijauan Cratylia muda oleh domba rendah.
|
Potensi produksi
|
Bahan kering
|
Disebabkan karena pertumbuhan awal rendah, produksi biomass C. argentea pada tahun pertama penanaman rendah, akan tetapi produksi tahun berikutnya tinggi, dengan produksi pertumbuhan kembali 8 minggu mencapai umur 2-5 ton/ha BK, untuk dua musim kering dan basah.
|
Produksi ternak
|
Pada percobaan dengan ternak menyusui, campuran pakan terdiri dari C. argentea dan daun tebu sebagai pakan tambahan pada penggembalaan menghasilkan peningkatan sekitar 1,2-2,2 liter susu/induk/hari sebagai respon terhadap tambahan C. argentea dalam campuran tambahan.
|
Produksi biji
|
Top |
C. argentea tampaknya menyerbuk sendiri dan menyerbuk silang. Produksi biji mulai dari awal musim kering sampai 2-3 bulan, produksi biji dilaporkan sekitar 500-700 kg/ha/tahun. Biji tidak memiliki dormansi fisik maupun fisiologis tetapi penyimpanan dalam kondisi dingin dan kering diperlukan untuk menghindari kehilangan daya tumbuh biji ketika biji disimpan selama beberapa bulan sebelum tanam.
|
Keunggulan
|
- Daya tahan kekeringan tinggi karena sistem perakaran dalam.
- Tumbuh baik pada tanah asam, kesuburan rendah.
- Untuk legum semak yang tanah tanah asam, C. argentea adalah salah satu dari sedikit spesies yang berkualitas tinggi.
- Tahan terhadap perubahan manajemen dan tahan terhadap pemotongan berkali-kali, bahakan dimusim kering.
- Dapat dipotong atau digembalai dan diberikan segar atau sebagai silase.
- Dapat bertahan hidup dibawah pemotongan yang berkali-kali.
- Tidak ada penyakit dan hama yang serius.
|
Keterbatasan
|
- Pertumbuhan tidak baik pada ketinggian diatas 1200 m dpl.
- Pertumbuhan awal rehdah.
- Tidak tahan inundation.
- Prodyksi biji tidak seragam.
- Kehilangan daya tumbuh biji dalam penyimpanan bila kondisi pengeringan tidak optimal.
|
Pustaka pilihan
|
- Andersson, M.S., Peters, M., Franco, L.H. and Schultze-Kraft. R. Agronomic and morphological diversity in the Cratylia argentea world collection. Journal of Agricultural Science. In press.
- Argel, P.J., Lobo di Palma, M., Romero, F., González, J., Lascano, C.E., Kerridge, P.C. and Holmann, F. (2000) Silage of Cratylia argentea as dry-season feeding alternative in Costa Rica. In: Mannetje, L. 't (ed) Silage making in the tropics with particular emphasis on smallholders. Proceedings of the FAO Electronic Conference on Tropical Silage, 1 September - 15 December 1999. FAO Plant Production and Protection Paper 161. pp. 65-67.
- Queiroz, L.P. de, Silva, M.M. da, Ramos, A.K.B. and Pizarro, E.A. (1997) Estudos reprodutivos em Cratylia argentea (Desv.) O. Kuntze and Cratylia mollis Mart. ex Benth. (Leguminosae-Papilionoideae). Pasturas Tropicales, 19, 20-23.
- Raaflaub, M. and Lascano, C.E. (1995) The effect of wilting and drying on intake and acceptability by sheep of the shrub legume Cratylia argentea . Tropical Grasslands, 29, 97-101.
- Schultze-Kraft, R. (1996) Leguminous forage shrubs for acid soils in the tropics. In: Elgersma, A., Struik, P.C. and Maesen, L.J.G. van der (eds) Grassland Science in Perspective. Wageningen Agricultural University Papers 96-4 (1996). pp. 67-81.
- Shelton, H.M. (2001) Advances in forage legumes: shrub legumes. In: Gomide, J.A., Soares Mattos, W.R. & Carneiro da Silva, S. (eds) Proceedings of the XIX International Grassland Congress, 11-21 February 2001, São Pedro, São Paulo, Brazil. pp. 549-556.
| -
|
|
Kaitan Internet
|
|
|
|
|