Desmanthus pernambucanus (Bahasa Indonesia)


Nama latin

Diskripsi tanaman

Tanaman semak tahunan, tegak sampai menjalar, tinggi 0,5-1,5 (-2,5) m. Tanaman berumur pendek, sebagian besar akan mati sesudah 2-5 tahun. Batang muda menyudut, merah atau hijau dengan pinggiran keras keemasan dengan bagian tengan bertulang lunak. Daun bersirip dua, panjang 4-11 cm, sirip daun 2-4 (-6) pasang, panjang 15-54 cm. Berbunga diketiak (axillary) dengan jumlah bunga 8-13 buah. Buah polong lurus, panjang 4,5-8,5 cm, lebar 3,2-3,9 mm, tunggal atau dalam kelompok sampai 7 buah. Biji coklat gelap, panjang 2,4-3,2 mm, lebar 1,9-2,4 mm, 13-22 per polong, 210.000-260.000 biji/kg.

Penggunaan/pemanfaatan

Sumber protein, tanaman pagar, pupuk hijau, tanaman penutup tanah. Tidak cocok untuk padang campuran. Juga tidak cocok untuk "hay " karena daun akan gugur. Dapat digunakan sebagai tepung daun. Terbukti sebagai tanaman pelindung yang baik untuk pembibitan kayu cendana (Santalum album L).

Ekologi

Persyaratan tanah

Tumbuh alami pada tanah berpasir, berbatu, kapur dan bergaram (saline). Pada penanaman, telah tumbuh baik pada beragam jenis tanah, dari tanah liat dan tanah liat kaya bahan organik yang keras, termasuk podzolik duplex, sampai tanah berpasir, dengan pH berkisar dari 5-8, dengan tampilan terbaik pada tanah mendekati netral sampai basa dengan kadar Ca++ jenuh relatif tinggi. Tahan garam, tumbuh sampai zona pasang di beberapa kepulauan Pasifik.

Air

Tumbuh pada pinggir jalan basah, saluran air, dan padangan terlantar, juga tanaman yang umum pada daerah Thickets pantai dan sepanjang pinggiran muara. Berhasil ditanam pada daerah dengan curah hujan dari 700 sampai >3000 mm/tahun. Daya tahan sedang terhadap pengairan yang buruk. Biasanya tidak tahan kekeringan dibanding dengan D. leptophyllus .

Suhu

Tumbuh diantara daerah tropis, dari daerah permukaan laut sampai ketinggian 1500 m dpl. Jaringan hijau mati terkena suhu beku, tetapi tumbuh kembali dari batang tua dan dari bagian basal tanaman.

Cahaya

Tidak terlalu tahan naungan.

Perkembangan reproduksi

Berbunga sepanjang tahun, dengan puncak dari Oktober sampai Maret di bagian utara bumi dan Agustus sampai Januari di bagian selatan bumi. Berbunga 45-50 hari setelah pemotongan.

Penggembalaan/pemotongan

Top

Biasanya tidak dianggap sebagai tanaman yang cocok untuk penggembalaan berat  karena batang yang keras dan getas. Untuk potong angkut, harus dipangkas awal kira-kira 90-120 hari setelah tanam, untuk merangsang pembentukan cabang. Sekali pertumbuhan telah berkembang, tanaman ini dapat dipotong setiap 35-45 hari pada tinggi 30-60 cm. Produksi lebih banyak tetapi kadar lignin lebih tinggi bila dipotong dengan jarak potong lebih panjang.

Agronomi

Penanaman

Biasanya tingkat dorman sangat tinggi dan memerlukan skarifikasi. Jumlah semai biji 2-5 kg/ha dengan rekomendasi kedalaman tanam 1-1,5 cm. D. pernambucanus mungkin lebih promiscuous dibanding Desmanthus spp. Lain, tetapi biji seharusnya diinokulasi dengan strain Bradyrhizobium yang sesuai seperti CB3126.

Spesies pasangan

Nilai pakan

Nilai nutrisi

Top

Kandungan PK bahan kering yang dimakan sekitar 11-16%. PK daun >20%, Ca 0,8% dan P 0,2%. Banyak pertanyaan tentang nilainya sebagai pakan babi.

Palatabilitas/kesukaan

Dimakan oleh semua ternak, tetapi palatibiltasnya tidak seperti Leucaena leucocephala . Ternak biasanya akan lebih suka memilih rumput dibanding Desmanthus spp pada musim tumbuh, tetapi Desmanthus spp biasanya akan dimakan. D. pernambucanus paling cocok untuk pakan pada sistem potong angkut dan digunakan pada ruminasia yang diberi makan di kandang.

Potensi produksi

Bahan kering

Produksi BK sampai 38 ton/ha, tetapi biasanya produksi BK berkisar 10-20 ton/ha

Produksi ternak

Ketika diberikan sebagai pakan tambahan pada ternak, dapat menaikkan berat badan harian >65%

Produksi biji

Top

Tidak tersedia informasi.

Keunggulan

  • Beradaptasi pada tanah basa.
  • Produksi tinggi.
  • Tahan garam.
  • Tahan kekeringan.

Keterbatasan

  • Tidak cocok untuk padang campuran rumput-legum.
  • Tidak tahan penggembalaan berat.

Pustaka pilihan

Jones, R.M. and Brandon, N.J. (1998) Persistence and productivity of eight accessions of Desmanthus virgatus under a range of grazing pressures in tropical Queensland. Tropical Grasslands, 32, 145-152.

Luckow, M. (1993) Monograph of Desmanthus (Leguminosae-Mimosoideae). Systematic Botany Monographs. Vol. 38. The American Society of Plant Taxonomists.

Pengelly, B.C. and Liu, C.J. (2001) Genetic relationships and variations in the tropical mimosoid legume Desmanthus assessed by random amplified polymorphic DNA. Genetic Resources and Crop Evaluation, 48, 91-99.

Kaitan Internet