Desmodium cinereum (Bahasa Indonesia)


Nama latin

Desmodium cinereum (Kunth) DC.

Diskripsi tanaman

Tanaman semak tegak berumur pendek tinggi 1-3 m. Daun berhelai tiga (trifoliate) bundar atau bulat telur dengan ujung helai daun sedikit tajam. Helai daun biasanya agak tebal, panjang 5-7 cm, ditutupi oleh bulu yang halus. Bunga berwarna ungu berada pada banyak panikel terbuka. Buah polong dengan 6-8 biji. Biji kecil dan keras, berwarna hijau yang berubah coklat kekuningan sampai coklat seiring kemasakan. Sekitar 500.000 biji/kg.

Penggunaan/pemanfaatan

Legum semak jangka pendek yang digunakan pada teras tanaman pagar dan untuk tanaman tumpangsari. Hijauan dipotong untuk pakan ternak atau digunakan sebagai mulsa kaya nitrogen.

Ekologi

Persyaratan tanah

Tanah netral atau sedikit asam dengan kesuburan sedang. Menjadi kehilangan kloroplas (klorotik) pada tanah basa.

Air

Tumbuh dengan baik pada daerah tropis basah dengan rata-rata curah hujan tahunan >1500 mm dan tidak ada musim kering atau musim kering pendek.

Suhu

Spesies daerah dataran rendah tropis dari ketinggian 0-1000 m dpl. Memerlukan suhu rata-rata tahunan diatas 20oC dan tidak tahan suhu beku.

Cahaya

Tidak ada informasi.

Perkembangan reproduksi

Bunga sangat banyak dan menghasilkan banyak biji. Berbunga dan berbiji sekitar 7 bulan setelah tanam, tetapi hasil tahun pertama rendah.

Penggembalaan/pemotongan

Top

Pemotongan yang teratur akan merangsang pembentukan batang yang banyak dan meningkatkan produksi daun. Bila mengharapkan produksi biji, pemotongan harus diatur untuk menghindari kerusakan biji yang sedang berkembang. Tidak cocok untuk penggembalaan.

Agronomi

Penanaman

Biji berkecambah (germinasi) dengan cepat (3-4 hari) tanpa skarifikasi. Pada sistem tanaman pagar pada lahan miring, D. cinereum langsung disemai dalam pagar ganda dengan jarak baris 50 cm. Jarak tanaman antar baris harus sekitar 2,5-10 cm. Jarak yang dekat akan merangsang pembentukan daun dan dapat menahan erosi. Bibit tumbuh dengan lambat dan sensitif terhadap persaingan (kompetisi). Harus dijaga agar bebas gulma samai tanaman tumbuh dengan baik.

Spesies pasangan

Legume: Ditanam sebagai komponen jangka pendek (2-3 tahun) pada sistem hijauan bersama Flemingia macrophylla , Gliricidia sepium dan Leucaena leucocephala di Filipina selatan.

Nilai pakan

Nilai nutrisi

Top

Dilaporkan sebagai pakan tambahan kualitas tinggi untuk ternak ruminansia, akan tetapi tidak ada evaluasi kualitas pakan yang tercatat.

Palatabilitas/kesukaan

Disukai ternak ruminansia di Asia Tenggara.

Potensi produksi

Bahan kering

Tingkat pertumbuhan di daerah tropis basah di Indonesia lebih tinggi ketika D. cinereum dipotong setiap 2 bulan, dibanding dengan interval pemotongan yang lebih lama, dengan rata-rata produksi 1,1-1,9 kg BK/m baris/tahun. Produksi BK menurun menjadi 0,5 kg BK/m baris/tahun pada akhir tahun ketiga. Produksi tertinggi dari 8 spesies yang dievaluasi dalam suatu percobaan tanaman tumpangsari di Nepal.

Produksi ternak

Tidak ada data tentang produksi ternak yang spesifik dengan D. cinereum . Biasanya disukai oleh ternak ruminansia di Asia Tenggara. Pada sistem SALT 2 yang digunakan di Filipina selatan, satu hijauan campuran terdiri dari D. cinereum 55%, Flemingia macrophylla 20%, Gliricidia sepium 20% dan Leucaena leucocephala 5% diberikan sebagai 50% dari total ransum, (sisanya berupa pakan konsentrat) bagi kambing yang sedang laktasi. Dilaporkan diperoleh keuntungan ekonomi  yang sangat baik dengan pemberian ini.

Produksi biji

Top

Jarak tanam yang lebih lebar (2 x 2 m/pohon) direkomendasikan untuk produksi biji. Tanaman menghasilkan biji sekitar 7 bulan setelah tanam, dengan produksi biji penuh pada tahun kedua. Buah polong yang tua akan dilepaskan dari batang dengan tangan, dikeringkan dan biji dilepaskan dengan ditumbuk.

Pada lokasi yang subur, sebuah pagar tanaman ganda sepanjang 10 m yang dipelihara baik dapat menghasilkan 3,5 kg biji per tahun.

Keunggulan

  • Tanaman semak yang tumbuh cepat untuk potong.
  • Cocok untuk tanaman pagar.
  • Pakan berkualitas baik.

Keterbatasan

  • Berumur pendek (2-3 tahun).
  • Tidak tahan kering atau dingin.
  • Harus ditanam dengan biji.

Pustaka pilihan

Gutteridge, R.C. and Shelton, H.M. (1994) Forage Tree legumes in Tropical Agriculture. CAB International, Oxford, England, reprinted 1998 by Tropical Grassland Society of Australia, St Lucia, Australia.

Horne, P.M. and Stür, W.W. (1999) Developing forage technologies with smallholder farmers - how to select the best varieties to offer farmers in Southeast Asia. ACIAR Monograph No. 62.

Roshetko, J.M. (1995) Community-based Tree Seed Production with Desmodium rensonii and Flemingia macrophylla . Agroforestry Information Service No 13. Arkansas, USA.

Kaitan Internet