Nama latin
|
|
|
Diskripsi tanaman
|
Tanaman tahunan merambat dengan batang yang berstolon kuat. Stolon menjadi berkayu seiring umur tanaman dan praktis licin. Tinggi jarang melebihi 15-20 cm. Helai daun membentuk tiga daun (tifoliate) dengan daun ujung (panjang 15-20 mm dan lebar 10-15 mm) lebih besar dibanding daun menyamping (panjang 12-15 mm dan lebar 8-10 mm). Bunga kecil (panjang 3-5 mm), merah jambu, mendukung 3-6 buah polong bersambungan, yang akan pecah pada sambungannya waktu masak. Buah polong panjangnya 12-25 mm, lebar 4-5 mm, berbulu halus. Biji berbentuk seperti ginjal panjang 2,25-2,50 mm dan lebar 1,50-1,75 dan berwarna coklat kekuningan.
|
Penggunaan/pemanfaatan
|
Komponen padang gembala alam yang bernilai tinggi dan padang gembala buatan yang didominasi oleh rumput menjalar. Kemampuan menyebar dengan cepat dibawah kondisi penggembalaan berat membuat tanaman ini bertahan dibawah kondisi manajemen dimana hampir seluruh legum yang lain akan musnah. Telah digunakan sebagai tanaman penutup tanah dibawah perkebunan merica di Sarawak.
|
Ekologi
|
Persyaratan tanah
|
Tumbuh pada berbagai jenis tanah mulai dari tanah pasir sampai tanah liat. Sangat efisien dalam memanfaatkan Fosfor dari tanah tidak subur dan akan tahan terhadap pH rendah dan Al tinggi. Tanaman ini tidak tahan garam.
|
Air
|
Memerlukan curah hujan paling sedikit 1500 mm, dan sampai 4000 mm rata-rata curah hujan tahunan. Hetero (Desmodium heterophyllum ) tidak tahan kekeringan tetapi akan bertahan melewati musim kering sedang sampai selama 5 bulan. Akan tahahn terhadap penggenangan air dan banjir jangka pendek.
|
Suhu
|
Legum musim hangat tropis yang tidak tahan suhu beku.
|
Cahaya
|
Sangat tahan naungan dan sering ditemukan tumbuh dibawah kanopi tanaman semak pada padang gembala alam. Tanaman ini dapat bertahan pada padang gembala yang digembalai dengan baik dibawah perkebunan kelapa dan produksi tidak banyak terpengaruh pada intensitas sinar matahari 50% dibanding dengan banyak legum tropis lainnya.
|
Perkembangan reproduksi
|
Tanaman ini berbunga dan menghasilkan biji dalam waktu yang lama. Setiap segemen buah polong akan pecah saat masak sehingga produksi biji menjadi sulit.
|
Penggembalaan/pemotongan
|
Top |
Sangat toleran penggembalaan berat yang disebabkan oleh percabangan yang sangat banyak yang membentuk akar pada tiap buku batang, dan akan tumbuh menyebar dalam kondisi ini. Sulit dipanen pada sistem potong angkut yang disebabkan karena kondisi hidupnya yang merambar.
|
Agronomi
|
|
|
Penanaman
|
Dapat ditanam dengan biji, tetapi sangat jarang tersedia di pasar komersial, yang disebabkan karena sangat sulit untuk dipanen. Hampir seluruh tanaman diperbanyak dengan potongan stolon akar dan batang yang ditanam pada tanah yang basah dimana tanaman ini akan menyebar dengan cepat karena sifat tumbuhnya yang tidak bercabang dan tidak berbuah. Ternak akan menyebarkan biji melalui kotoran ternak (feses) dan melalui buah polong yang akan pecah dan melekat pada bulu ternak.
|
Spesies pasangan
|
Hetero tidak cocok ditanam bersama rumput berumpun tinggi, tetapi berkombinasi baik mdengan rumput menjalar atau tumbuh rendah.
|
Nilai pakan
|
Nilai nutrisi
|
Top |
PK 17-18%; kandungan dasar akan meningkat dengan pemberian P (dan S).
|
Palatabilitas/kesukaan
|
Dilaporkan mempunyai kandungan tannin level sedang tetapi palatbilitas baik.
|
Potensi produksi
|
Bahan kering
|
Produksi sekitar 2 ton/ha/tahun diperoleh dari padang penggembalaan campuran legum dan rumput dan sekitar 3-5 ton/ha/tahun dibawah tanaman perkebunan dimana tanaman ini ditanam murni tanpa campuran.
|
Produksi ternak
|
Di Fiji, kenaikan berat badan lebih dari 500 kg/ha/tahun dilaporkan pada hetero yang dipupuk pada padang gebala alam. Hetero yang ditanam menginvasi padang gembala yang sebelumnya dipupuk dan ditanami dengan Siratro (Macroptilium atropurpureum ), yang menurun dengan tinggkat penggembalaan 3,5 ekor/ha. Di Australia utara, kenaikan berat badan melebihi 700 kg/ha/tahun telah diperoleh dari padang gembala campuran rumput Signal (Brachiaria decumbens ) dengan Hetero dan rumput Pangola (Digitaria eriantha ) dengan Hetero. Di Samoa, kenaikan berat badan untuk ternak kuda yang digembalakan pada padang gembala Ischamemum indicum adalah 220 kg/ha/tahun, sedangkan ternak muda pada I. indicum/Hetero kenaikan berat badan mencapai 370 kg/ha/tahun. Fiksasi Nitrogen oleh Hetero adalah 64 kg N dan 110 kg/ha/tahun N masing-masing dengan rumput guinea tinggi (Panicum maximum ) dan B. miliformis.
|
Produksi biji
|
Top |
Hetero adalah tanaman berbiji bebas tetapi panen biji sulit dilakukan karena periode pembungaan sangat panjang, mempunyai sifat tumbuh merambat, dan biji pecah dari segmen buah polong segera setelah masak. Akibatnya biji harus dipanen dengan tangan dari tanaman dalam jangka waktu yang panjang atau dipanen dengan cara di vakum dari permukaan tanah. Produksi biji adalah 35 kg/ha/tahun.
|
Keunggulan
|
- Bertahan dengan baik terhadap penggembalaan berat.
- Cocok dengan rumput menjalar.
- Menyebar secara alami dibawah kondisi penggembalaan.
- Dapat ditanam secara vegetatif.
- Daya tahan naungan baik.
|
Keterbatasan
|
- Tumbuh hanya pada daerah dengan curah hujan tinggi.
- Tidak tersedia benih komersial.
|
Pustaka pilihan
|
- Hacker, J.B. and Teitzel, J.K. (1992) Desmodium heterophyllum (Willd.) DC. In: 't Mannetje, L. and Jones, R.M. (eds) Plant Resources of South-East Asia No. 4. Forages. pp. 110-112. (Pudoc Scientific Publishers, Wageningen, the Netherlands).
- Imrie, B.C., Jones R.M. and Kerridge, P.C. (1983) Desmodium. In: Burt, R.L., Rotar, P.P., Walker, J.L. and Silvey, M.W. (eds) The role of Centrosema, Desmodium and Stylosanthes in improving tropical pastures. pp 97-140. (Westview Press, Boulder, Colorado United States).
- Kaligas, D.A. and Sumolang, C. (1991) Forages species for coconut plantations in North Sulawesi. In: Shelton, H.M. and Stur, W.W. (eds) Forages for Plantation Crops. Proceedings of a workshop, Sanur Beach, Bali, Indonesia. 27-29 June 1990. ACIAR Proceedings No. 32 .
- Partridge, I.J. (1980) The effect of grazing and superphosphate on a naturalised legume, Desmodium heterophyllum , on hill land in Fiji. Tropical Grasslands, 14, 63-68.
- Partridge, I.J. (1986) Effect of stocking rate and superphosphate level on an oversown fire climax grassland of mission grass (Pennisetum polystachyon) in Fiji 1. Botanical composition of pasture. 2. Animal production. Tropical Grasslands, 20, 166-179.
- Rika, I.K., Mendra, I.K, Oka Nurjaya, M.G. and Gusti Oka, M. (1991) New forage species for coconut plantations in Bali. In: Shelton, H.M. and Stur, W.W. (eds) Forages for Plantation Crops. Proceedings of a workshop, Sanur Beach, Bali, Indonesia. 27-29 June 1990. ACIAR Proceedings No. 32 .
- Stür, W.W. (1991) Screening forage species for shade tolerance - a preliminary report. In: Shelton, H.M. and Stur, W.W. (eds) Forages for Plantation Crops. Proceedings of a workshop, Sanur Beach, Bali, Indonesia. 27-29 June 1990. ACIAR Proceedings No. 32 .
|
|
Kaitan Internet
|
|
|
|
|